Minggu, 20 Februari 2011

Puisi

Moshi-moshi Minna-san...
Setelah sekian lama tidak meposting di blog ini, tepatnya nyaris tiga tahun, sekarang saya mau memposting beberapa puisi yang saya buat di ekskul hari ini. Mungkin ini akan sedikit abal, bahkan mungkin sangat tidak puitis meskipun memakai embel-embel bernama puisi. Yosh, ini dia :

Sahabat Pena

Tanpa suara, Tanpa wajah
Hanya berdasar pada tulisan
Kita mulai berkawan
Kita saling bertukar kabar

Andai suatu hari kita bertemu
Yang kuharap hanya obrolan tanpa canggung
Andai pun kita tidak bertemu
Semoga kita sahabat selalu


A/N : Ini mungkin adalah modifikasi dari puisi yang ada di salah satu fic saya yang berjudul sama. Didedikasikan untuk semua sahabat pena-ku. Tidak kreatif? Maafkan saya


Hari Ini

Aku tidak pernah peduli
Akan ungkapan kasihmu hari ini
Ungkapan cintamu setiap hari
Terlalu jauh untuk katakan, ponsel akan berdering
Meski tahunan terlewati
Aku masih bersikap tidak peduli
.... Hingga kau tidak ada lagi
Untuk katakan cinta, untuk kirimkan pesan suara
Tidak ada dimana pun, setidaknya untuk kujangkau
Menyisakan selamanya
Dan airmata yang tak tampak


A/N : Ini adalah sebuah fiksi yang saya tidak tahu karangan siapa dan berjudul apa, karena saya juga sedang mencari fic ini lagi. Sungguh, itu adalah kisah yang mengharukan. Maaf bila kata-kata saya tidak bisa mengungkapkan sisi tragisnya.

Langit

Hidup bisa diumpamakan sebagai langit
Terkadang berwarna biru polos
Terkadang berlukiskan awan putih, bahkan mendung hitam
Tak ada yang melukis langit, tak ada yang mengabadikan langit
Karena langit tak akan runtuh esok hari
Tapi, meski hidup terumpamakan sebagai langit
Meski langit tak akan runtuh esok hari
Hidup bisa berakhir detik ini
Menyisakan memori atau penyesalan
Karena hidup adalah kenangan


A/N : Ini bisa dikatakan sebagai summary dari orific saya. Jelek? Ya, saya memang perlu banyak belajar.

Bila kiranya ada yang membaca postingan ini dan merasa tertarik, mohon tinggalkan kritik dan saran anda sekalian. Untuk kurang lebihnya, mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sign,
Virda Kusuma Anggraeni

Tidak ada komentar: